5 Tahap penting dalam perencanaan keuangan keluarga


Banyak keluarga mengalamami defisit anggaran karena pola pemakaian keuangan yang tidak terkontrol dan tidak terencana. Karena itu membuat sebuah perencanaan keuangan keluarga bisa menjadi solusi agar keuangan keluarga tidak defisit.Ada 5 tahap penting yang harus diperhatikan dalam perencanaan keuangan keluarga ;
1. Menentukan Tujuan keuangan
    Menentukan tujuan dianggap penting karena jika sejak awal kita telah merencanakan tujuan yang ingin kita        capai,kita dapat merencanakan rencana keuangan yang sesuai . berikuta dalah contoh tujuan-tujuan keuangan jangka panjang :

  • Dana untuk membiayai pensiun dengan gaya hidup yang diinginkan
  • Dana untuk biaya pendidikan anak
  • Perlindungan kelurga dari risiko finansial
  • Warisan untuk anak
  • Penghematan pajak
  • Pembelian asset
  • Liburan akhir tahun
2. Menganalisa kondisi keuangan sekarang
    Untuk mengetahui posisi keuangan keluarga dapat dilihat dari laporan kekayaan bersih(neraca) dan laporan arus kas. laporan kekayaan bersiih adalah jumlah harta dikurangi jumlah utang, contoh : Pak Hadi memiliki mobil avanza senilai 120.000.000 tapi mobil itu dibeli kredit dan masih ada sisa angsuran sebanyak 12 kali @ 3.000.000 maka kekayaan bersih pak hadi adalah 120.000.000 - 36.000.000 sehingga tinggal 84.000.000. Laporan kekayaan bersih merupakan potret kondisi keuangan anda pada saat tersebut. Dalam kondisi normal kekayaan bersih terkait usia , yaitu : usia x penghasilan tahunan dibagi 10. Contoh : usia 35, penghasilan tahunan 36 .000.000 maka keuangan bersihnya seharusnya ; 35 x 36.000.000 dibagi 10 = 126.000.000. Jika nila kekayaan bersihnya masih dibawah angka itu berarti dia tidak dapat mengelola keuangannya dengan baik.
Laporan arus kas terdiri dari kas masuk pendapatan dan kas pengeluaran. pada prinsipnya kas masuk harus lebih besar dari kas pengeluaran sehingga ada sisa di akhir bulan. Kas masuk adalah pendapatan kita dari gaji,tunjangan atau penghasilan sampingan anda yang lain. Sementara kas pengeluaran terdiri 3 hal : 
  • Pengeluaran untuk tabungan/investasi
  • Pengeluaran untuk biaya tetap : KPR, KPM, iuran TV,cicilan angsuran,asuransi, SPP anak dll
  • Pengeluaran lain-lain seperti : makanan, transportasi,hiburan,kesehatan anak,pendidikan, bayar kartu kredit.
Seni mngelola arus kas adalah belajar untuk memperoleh semua keingina jangka pendek dan tujuan masa depan berdasar prioritas dengan keterbatasan penghasilan yang anda dapat setiap bulannya.
3. Membuat rencana keuangan
    Untuk membuat keuangan keluarga yang surplus ada dua langkah yang bisa membantu :
  • Membuat Anggaran : Anggaran keuangan ada dua yaitu anggaran pemasukan dan pengeluaran. Anggaran pengeluaran harus diawasi dengan cermat agar tidak melebihi batas yang dianggarkan karena ini bisa mengakibatkan defisit keuangan.
  • Berinvestasi dengan sistem Compound Interest dalam jangka waktu lama minimal 10 tahun. karena dari nilai yang relatif kecil dengan sistem ini dan membiarkannya dalam jangka lama hasilnya akan menakjubkan.
4. Melakukan Implementasi dari rencana keuangan
    Mengimplementasikan berarti kita harus menghitung ulang total harta,total utang dan nilai  kekayaan bersih. Setelah itu melakukan analisa pemasukan dan pengeluaran yang terjadi selama ini. Analisa ini dijadikan pijakan penyusunan anggaran agar tidak terjadi defisit.  Kelebihan sisa uang yang bisa dihemat akan dinvestasikan sesuai tujuan kengan kita.

5, Monitor dan evaluasi berkala
Monitoring dilakukan untuk memantau kondisi keuang setiap saat. dan emlakukan evaluasi terhadap investasi yang kita lakukan agar sesuai dengan tujuan keuangan yang kita tetapkan.

Komentar

Postingan Populer