Mengenali penyakit Difteri
Penyebab penyakit difteri bersumber dari bakteri Corynebacterium
diphtheria, yang dapat mempengaruhi selaput lendir dan tenggorokan. Penyebab
sakit tenggorokan, kelenjar bengkak, lemas dan demam biasanya disebabkan
difteri. Keadaan seperti itu bisa sangat fatal dan pada akhirnya dapat berujung
pada kematian.
Difteri atau yang disebut juga penyakit infeksi akut yang terjadi di
saluran pernafasan dan dapat mengakibatkan kematian. Penyakit ini sekarang
sudah mulai mewabah di daerah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Disebutkan dari data Dinas Kesehatan (Dinkes), bahwa tercatat sebanyak 60
orang dari Januari sampai awal Mei 2012 yang terjangkit penyakit yang
disebabkan bakteri Corynebacterium diphtheria.
Dari jumlah pasien difteri tersebut, ada dua pasien di puskesmas Kabupaten
Bondowoso yang meninggal dunia karena dua pasien tersebut menolak untuk dibawa
ke RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo alasannya karena takut bila ditempatkan di
ruang isolasi.
Menurut dr Khusnul selaku Kepala Bidang P2PL (Pengendalian Penyakit dan
Penyehatan Lingkungan) bahwa, proses penularan penyakit yang disebabkan bakteri
ini sangat cepat. Penyakit difteri harus segera diobati karena jika sampai
terlambat dapat menyebabkan kematian.
Di duga asal penyakit ini dari luar kabupaten, penyakit ini menyerang
saluran pernafasan atas dan pada saluran pernafasan membentuk membran sel yang
dapat berakibat terjadinya penyumbatan saluran pernafasan.
“Bahkan, dampak dari penyakit difteri ini, juga dapat menimbulkan keracunan
karena endotoksin kuman dapat menyerang jantung yang mengakibatkan myocarditis
atau kematian. Selain menyerang saluaran pernafasan, jika dibiarkan, racun
penyakit difteri ini akan menyerang otot jantung, ginjal serta jaringan
syarafnya,” ujar Khusnul, pada Selasa (15/5/2012).
Khusnul menambahkan, gejala awal penyakit difteri biasanya terjadi sakit
demam ringan dengan keadaan awal terasa nyeri pada tenggorokan dan disertai
batuk, serta pada saluran pernafasan terdapat membran sel. Bila kondisinya
semakin parah penderita difteri akan mengalami mimisan dan sesak nafas.
Menurut dr Abdoer Rahem Situbondo Iir Nadhiroh selaku Humas RSUD mangatakan,
dalam sepekan terakhir ini ada 3 pasien yang tercatat menjalani rawat inap
karena disebabkan penyakit difteri.
Dari beberapa sumber dan informasi yang di dapat, ada beberapa faktor dan
risiko yang di miliki penyakit difteri. Berikut faktor dan risiko itu.
Risiko untuk orang-orang yang dapat tertular difteri:
- Orang dewasa dan anak-anak yang tidak memperoleh imunisasi baru.
- Kondisi orang yang hidup dalam tempat tinggal yang penuh dan sesak serta tidak sehat.
- . Orang-orang yang mempunyai sistem kekebalan yang kurang atau gangguan sistem kekebalan.
- Siapa saja yang datang ke tempat yang endemik dengan difteri.
Di Negara maju seperti Eropa dan Amerika jarang sekali terjadi difteri,
karena selama beberapa dekade telah mewajibkan imunisasi pada anak-anak.
Memang difteri sering terjadi di Negara-negara yang sedang berkembang di mana
tingkat kesadaran imunisasinya masih rendah .
sumber ; http://tipskesehatan.web.id
Komentar
Posting Komentar